Aksi Pria Kabur dari Penjara Bak di Film Hollywood, Berasa Real Action!

Jika Anda menonton film Hollywood bergenre action, berbagai aksi penyelamatan pasti sudah sangat familiar. Hero-hero modern yang menyelamatkan temannya dengan berbagai peralatan canggih menjadi suguhan menarik film tersebut. Bahkan sering kali, beberapa serial film juga menayangkan adegan kabur dari penjara.

Tentu tidak dengan cara biasa, berbagai teknologi dan peralatan tak biasa ia gunakan untuk behasil meloloskan diri dari jeratan polisi. Mulai dari bom asap, dinamit hingga helicopter semuanya sudah tersedia demi keberhasilannya.

Namun siapa sangka aksi demikian tak hanya ada di dala film saja. Pada bulan Juli lalu kejadian bak di film Hollywood tersebut terjadi di Paris. Seorang penjahat terkenal membuat geger jagad Paris dengan aksinya kabur dari penjara.

Pejahat berkepala plontos ini dikabarkan kabur dari penjara pinggiran di kota Paris, Reau. Aksinya ini tidak dilakukan sendiri, melainkan dengan bantuan 2 kaki tangannya. Pada aksinya ini penjahat bernama Redoine Faid tersebut menggunakan bom asap serta gerinda.

Kedua kaki tangannya menggunakan dua benda tersebut untuk membobol penjara tempat Faid mendekam. Hingga penjahat kelas kakap tersebut berhasil keluar dari jeruji besi yang menahannya selama ini.

Untuk menuntaskan aksinya, Faid kabur menggunakan helicopter yang diretas dari seorang instruktur penerbangan. Menakjubkannya, ia berhasil melakukan aksi kabur ini hanya berlangsung 10 menit dan berjalan lancar tanpa kendala apapun!

Setelah sekitar 2 bulan lebih bebas berkeliaran di luar sana, Faid akhirnya berhasil diamankan kembali, tepatnya pada 2 Oktober 2018 kemarin. Diliput dari AFP pada Rabu (3/10/2018), penangkapan penjahat berusia 46 tahun ini mengerahkan 100 polisis khusus. Dengan pelacakan maksimal melalui perencanaan yang matang, polisi Paris berhasil mengamankan Fais tanpa insiden.

Operasi penangkapan yang terjadi di kota Creil, Region Oise, Paris utara ini sebelumnya telah direncakan dengan penangkapan Faid beserta rekan-rekannya. Alhasil, pada penyerangan tersebut Faid berhasil diamankan bersama 3 orang lain, dan diketahui salah satu dari ketiganya adalah saudara Faid.

Tak hanya itu, Faid dan ketiga orang lainnya juga diketahui membawa senjata yang dicurigai sebagai alat untuk melakukan aksi kejahatannya.

“Kami juga mengamankan senjata dari penjahat tersebut. Operasi itu berlangsung tanpa insiden” ungkap salah seorang polisi setempat.

Awal mula penangkapan Faid sebenarnya sudah berlangsung pada 2010 lalu. Dimana ia melakukan aksi perampokan kejam dan menewaskan seorang polisi wanita. Dari aksi brutalnya ini ia dikenai hukuman selama 25 tahun.

Tak terima dengan hukuman tersebut, Faid memutuskan untuk kabur dan melakukan segala cara untuk menyelamatkan diri dari jeratan hukum. Bahkan aksi kabur dari penjara pun bukan hanya sekali ini ia lakukan. Pada 2013 lalu dia juga pernah melakukan aksi serupa, hanya saja alat yang digunakan berbeda.

Pada aksi kaburnya terdahulu, Faid menggunakan dinamit untuk menghancurkan penjara dan membuatnya berhasil kabur dari dalam penjara. Pria yang berada dibalik jeruji besi sejak pertengah tahun 2011 ini bahkan tak segan melakukan kerusakan property umum dan menyandra supir.

Benar sekali, pada aksinya di 2013 lalu, ia sempat menyandera empat orang supir. Berbagai upaya telah ia lakukan agar tak kembali ke balik jeruji besi. Sayang upayanya tersebut gagal pada pekan keenam, dimana Faid kembali diamankan oleh polisi Paris.

Pada penangkapan keduanya tersebut, Faid berhasil diamakan di sebuah hotel yang berlokasi di kawasan industry pinggiran kota Paris. Sama seperti pembekukannya 2 Oktober kemarin, pembekukkan 2013 lalu juga berjalan lancar tanpa insiden.

Penjahat yang sudah melakukan aksi kejahatan berulang kali ini mengaku jika dirinya tergila-gila dengan tokoh Antonio “Tony” Montana, seorang karakter penjahat dalam action film Scarface. Karakter yang dibintangi actor ternama Al Pacino tersebut telah banyak menginspirasinya dalam setiap aksi kejahatan yang dilakukannya.

Yang lebih mengejutkan lagi, Faid mengaku bahwa ia sudah tertarik dengan kejahatan sejak usianya masih remaja, tepatnya pada usia 12 tahun. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah menemukan panggilan untuk kejahatan pada usia 12 tahun. Alhasil ketika menginjak dewasa berbagai aksi kejahatan ia lakukan tanpa beban. Tak sekedar kejahatan ringan, berbagai aksi brutal juga pernah ia lakukan semata-mata demi uang.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *